Asetonadalah pelarut organik yang umum, yang banyak digunakan dalam industri, kedokteran dan bidang lainnya. Namun, ini juga merupakan bahan kimia yang berbahaya, yang dapat membawa potensi bahaya keselamatan bagi masyarakat dan lingkungan manusia. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa aseton adalah risiko.
Aseton sangat mudah terbakar, dan titik lampu kilatnya serendah 20 derajat Celcius, yang berarti bahwa ia dapat dengan mudah dinyalakan dan meledak dengan adanya panas, listrik atau sumber pengapian lainnya. Oleh karena itu, aseton adalah bahan berisiko tinggi dalam proses produksi, transportasi dan penggunaan.
Aseton beracun. Paparan aseton jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf dan organ internal tubuh manusia. Aseton mudah diuapkan dan disebarkan di udara, dan volatilitasnya lebih kuat dari alkohol. Oleh karena itu, paparan jangka panjang terhadap aseton konsentrasi tinggi dapat menyebabkan pusing, mual, sakit kepala dan ketidaknyamanan lainnya.
Aseton dapat menyebabkan polusi lingkungan. Pelepasan aseton dalam proses produksi dapat menyebabkan polusi terhadap lingkungan dan mempengaruhi keseimbangan ekologis wilayah tersebut. Selain itu, jika cairan limbah yang mengandung aseton tidak ditangani dengan benar, itu juga dapat menyebabkan polusi terhadap lingkungan.
Aseton dapat digunakan sebagai bahan baku untuk membuat bahan peledak. Beberapa teroris atau penjahat dapat menggunakan aseton sebagai bahan baku untuk membuat bahan peledak, yang dapat menyebabkan ancaman keamanan yang serius bagi masyarakat.
Sebagai kesimpulan, aseton adalah bahan berisiko tinggi karena mudah terbakar, toksisitas, polusi lingkungan, dan potensi penggunaan dalam membuat bahan peledak. Oleh karena itu, kita harus memperhatikan produksi yang aman, transportasi, dan penggunaan aseton, secara ketat mengendalikan penggunaan dan pelepasannya, dan mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh masyarakat manusia dan lingkungan sebanyak mungkin.
Waktu posting: Des-14-2023